puisi Tomino
Image by: http://www.apakabardunia.com

Tomino no Jigoku merupakan gadis kecil yang cacat, Suatu hari Tomino membuat puisi untuk orang tua nya. ketika dibaca isi puisi Tomino ini membuat marah orang tuanya karena mengandung unsur yang sangat menyeramkan sehingga orang tua tomino mengurung nya.

Bagaimana cerita hidup Tomino sampai dia menulis puisi yang sangat mengerikan?

puisi Tomino
Image by: sumatracyber.blogspot.co.id

 

“Jangan pernah membaca dengan suara lantang, cukup di dalam hati. Atau kamu siap memanggil kematian datang menghampiri”. Itulah yang dipercayai orang jepang apabila membaca puisi Tomino dengan suara lantang. Suatu hari ada pasangan suami istri yang melahirkan anak pertamanya yang diberi nama Tomino. Dia adalah gadis kecil kelahiran jepang yang dilahirkan dengan kondisi tidak sempurna. Tomino bosan dengan kehidupannya yang selalu dirumah akhirnya Tomino ingin mencoba hal baru dengan mengeluarkan kreativitasnya dalam membuat puisi yang berjudul Tomino”s Hell. puisi tersebut di berikan kepada orang tuanya, Membaca isi puisi Tomino yang sangat menyeramkan orang tuanya tidak mengapresiaisi isi puisi tersebut, malah orang tuanya tersebut menghukum Tomino di dalam ruang yang sempit dan tidak ada udara dan tanpa memberikan makan sedikit pun sampai akhirnya Tomino meninggal dunia dengan kondisi yang tidak wajar. Yang lebih menyeramkan lagi beberapa hari Tomino meninggal, orang tuanya meninggal secara tidak wajar. Mulai dari situlah muncul omongan-omongan apabila ada seseorang yang berani membaca puisi itu dengan keras dan dengan suara lantang malapetaka akan menghampiri nya atau malah akan kehilangan nyawa!

Neraka Tomino

Kakak yang memuntahkan darah, adik yang meludahkan api
Tomino yang lucu meludahkan permata yang berharga
Tomino meninggal sendirian dan terjatuh ke dalam neraka
Neraka kegelapan, tanpa dihiasi bunga 
Apakah itu kakak Tomino memegang cambuk?
Jumlah bekas luka berwarna merah sangatlah mengkhawatirkan 
Dicambuk dan dipukul sangatlah mendebarkan,
Jalan menuju neraka yang kekal hanyalah salah satu cara 
Mohon bimbingan ke dalam neraka kegelapan,
Dari domba emas, dan dari burung bulbul 
Berapa banyak yang tersisa dari dalam bungkusan kulit,
Disiapkan untuk perjalanan tak berujung menuju neraka 
Musim semi akan segera datang ke dalam hutan serta lembah,
Tujuh tingkat di dalam gelapnya lembah neraka 
Dalam kandang burung bulbul, dalam gerobak domba,
Di Mata Tomino Yang Lucu Meneteskan airmata  
tangisan burung bulbul, dibalik hujan dan badai
Menyuarakan cintamu untuk adik tersayangmu 
Gema tangisanmu melolong melalui neraka,
serta darah memekarkan bunga merah 
Melalui tujuh gunung dan lembah neraka,
Tomino yang lucu berjalan sendirian 
Untuk menjemputmu ke neraka,
Duri-duri berkilauan dari atas gunung
menancapkan duri ke dalam daging yang segar,
Sebagai tanda untuk Tomino yang lucu
Kemungkinan cerita yang berkembang di atas hanya sebatas kisah urban. Puisi berjudul “Neraka Tomino” sendiri sebenarnya dimuat dalam buku kompilasi puisi Yomota Inuhiko “The Heart is Like a Rolling Stone”. Di dalamnya memuat berbagai koleksi puisi, termasuk puisi “Tomino no Jigoku” karya Saizo Yaso dari tahun 1919.